WELCOME TO THE QUEEN-NA'S WORLD

Wednesday, 22 January 2014

Sssssttt, I Love You ... Sister!

Sssssttt, I Love You… Sister ;)

Tanggung jawab mahasiswa salah satunya adalah mengerjakan semua tugas-tugas dari dosen termasuk penelitian. Sebagai mahasiswa sebuah perguruan tinggi yang akan mencetak guru-guru professional, Dinar wajib mempelajari tentang karakter siswa-siswi di sebuah sekolah. Melalui mata kuliah Prose, Dinar dan teman-temannya di beri tugas untuk membuat sebuah penelitian tentang karakter siswa-siswi melalui cerita dengan tema bebas tentang siswa-siswi sekolah tersebut.
“Dinar… lo jadi lakuin penelitian di SMA Tunas Bhakti?” Gigi
“Jadi dong… .’’
“Enak juga ya jadi Dinar, keluarganya punya yayasan sekolah sendiri, salah satu sekolah terbaik pula.”kata Angel.
“Ya enak gak enak juga… selama keluarga bisa memfasilitasi segala kebutuhan yang gue perlukan, kenapa enggak gue manfaatin kan? Kata opa gue, Yang penting gue harus serius dengan apa yang gue lakuin dan juga tanggung jawab. Opa paling gak suka kalau gue terlalu santai dan seenaknya, bahkan semua tugas-tugas gue di control sama dia, kalau gue ketahuan minta tolong orang lain ngerjainnya, gue bisa digantung ”
“serem juga opa lo…”kata Gigi

***

Kelas XI-C
“Selamat pagi anak-anak…
Pagi bu…
Sebelum kita memulai pelajaran, ibu ingin memberitahukan kalau hari ini kalian mendapatkan teman baru… silahkan masuk…
Seorang murid baru dengan kacamata tampak melangkah masuk ke dalam kelas.
silahkan perkenalkan diri kamu ke teman-temanmu…
Selamat pagi… nama saya Dinar, senang bertemu kalian…
Dinar, silahkan kamu duduk disamping Keisha…
Bu , masa cewe cupu gitu harus duduk sama saya sih? Kan dibelakang masih ada bangku kosong.
Keisha!!!
Gak apa-apa kok bu… biar saya duduk dibelakang aja. Kata Dinar
Ya sudah…
Dinar pun melangkah ke tempat duduknya. Keisha tampak melirik sinis ke Dinar. Sedangkan disamping Dinar ada dua orang yang juga berkaca mata yang tersenyum kepada Dinar. Dinar pun membalas senyum mereka.
Dinar tampak serius belajar, mendengarkan penjelasan yang diberikan guru dan mencatat soal-soal yang diberikan guru di papan tulis.
“baiklah…siapa yang bisa mengerjakan soal-soal ini, silahkan angkat tangan.
Keisha tampak menunjuk tangan, dan dengan lancar mengerjakan jawaban soal no. 1.
Sudah bu…
Loh, no.2 nya gak kamu coba?
Yang nomor duanya saya gak bisa bu, susah banget…
Okay, silahkan duduk, ada yang bisa menjawab no.2?
Hem… Keisha aja gak bisa ngerjain yang no.2, apalagi kita… kata salah seorang berkcamata yang tersenyum pada Dinar. Dinar hanya memperhatikan mereka, tiba-tiba guru memanggil nama Dinar
Dinar… apa kamu bisa menyelesaikan soal no.2?
Dinar tampak tergagagp, namun ia tidak menolak. Dianr maju dan mengerjakan soal no.2.
Bur guru tampak tersenyum. “Bagus Dinar… silahkan duduk.”
Tiba-tiba bel tanda pelajaran berakhir sudah berbunyi.
Baiklah, kelas selesai… jangan lupa untuk mengerjakan tugas kalian. Kata bu guru.
Dianr tampak mengemasi buku-bukunya kedalam tas, tiba-tiba Keisha dan dua temannya sikembar Vee dan Dee sudah berada di hadapannya.
Heh, anak baru… lo jangan macem-macem atau sok pintar disini, karena disini, gue adalah no.1, terbaik dari yang terbaik. Ngerti lo! Kata Keisha
Dinar hanya memandanginya tanpa keluar sepatah kata pun.
Keisha dan teman-temannya berlalu, sekarang malah salah satu orang berkacamata itu yang menhampiri Dinar.
Hai, Dinar… kamu tadi hebat sekali, bisa ngerjain soal no.2 itu, itukan sulit banget, kamu maukan ajarin kami? Kata anak perempuan yang berkaca mata.
Dinar masih terdiam tak bicara. Speechless dengan situasi sekolah, terutama kelas XI-C.
Oiya, maaf aku lupa perkenalkan diri… kenalkan namaku Alila Prasetya, panggil aja Lila… nice to meet you Dinar.
Nice to meet you too
Oya, sebentar… Randy…sini. Nah, Dinar kalau yang ini namanya Randy, dia memang agak pemalu.
Hi Dinar…
Hi…
Ya udah, gimana kalau kita kekantin, hari ini kan hari pertama Dinar masuk ke sekolah ini, hari pertama kita berteman, gimana kalau Randy yang traktir?
Loh, kok gue?
Ahhh, sudahlah…ayo….. Lila tampak menarik kedua tangan temannya, Randy dan teman barunya Dinar.
Dikantin…
Wow, liat… sekarang si anak baru udah dapat teman yang pas. Sama –sama berkaca mata. Trio Kwek Kwek Berkaca mata. Congratulaions… kata Keisha
Kamu kenapa sih Kei,… kami kan gak ganggu kamu. Kata Lila
Heh, cewe jelek… udah berani ngelawan gue lo…?kata Keisha
“Buruan minta maaf… kata Vee
Lila tampak ketakutan… “Maaf” kata Lila
Dinar tampak melihat kea rah Lila, saat Lila mengucapkan maaf kepada Keisha. Keisha kembali duduk dan meminum minumannya.
Jangan suka cari gara-gara sama mereka deh, kamu sok berani banget sih…”kata Randy. Dinar yang tadinya hanya diam akhirnya buka suara.
“memangnya mereka itu siapa sih? Kok kayanya mereka itu agak…lebay ya… kata Dinar.
Keisha itu murid yang pintar tapi yah itu sifatnya sombong, ngerasa gak ada saingan dikelas.
Gak ada saingan?
Iya, dulu sih ada, Keisha dulu sekelas sama Evan, pas naik kelas XI mereka gak sekelas lagi, Evan di kelas XI-A dan Keisha di kelas XI-C.
Kok bisa?
Sistem di sekolah kita ini kan gak kaya sekolah pada umumnya, semua anak pintar dan bodoh  dibagi sama rata, dengan tujuan mereka bisa saling mengerti, yang bodoh belajar dari yang pintar dan yang pintar mengajari temannya yang bodoh. System seperti itu sih bagus. Tapi tergantung orangnya juga, kalau orangnya kaya Evan sih pasti gak ada masalah. Tapi kalau kaya Keisha yang sombongnya kebangetan?
Dari tadi lo ngomongin evan, evan itu siapa?
Evan itu siswa kela XI-A, kalau istirahat gini sih dia seringnya di ruang olahraga, main basket atau ke perpustakaan. Evan itu pintar banget dan gak sombong. Selain itu evan juga banyak penggemarnya.
Kamu salah satunya? Ledek Dinar
Hah? Gue? Gak… aku gak tertarik sama Evan. Mungkin Randy yang suka.
What? Kok gue?
Abis, gue gak pernah liat lo deket atau naksir sama cewe, siapa tahu lo jeruk makan jeruk.
Dinar hanya memperhatikan kedua bocah didepannya yang sedang beradu argument ini sambil menyeruput minumannya hingga habis.

***

Dikamar Dinar yang seperti kamar seorang princess tampak berantakan oleh buku-buku dan artikel-artikel untuk mengerjakan tugas penelitiannya.
Dinar sendiri sedang terbaring dengan earphone ditelinganya. Dinar sedang teleconference dengan kedua teman baiknya, Gigi dan Angel.
So, gimana hari pertama lo di sekolah…? Gigi
Baik-baik aja sih, sampai saat ini semuanya masih bisa gue atasin semua
Terus penyamaran lo gak kebongkar kan?
Gak dong, btw, kacamata lo masih gue pinjem ya… trus baju sma lo juga ya Gi, gue males nih mo beli yang baru, hehe…
Apa sih yang gak buat lo. Kata Gigi dan angel kompak
Gimana ada brondong cakep gak?
Brondong aapaan sih? Lo kan tahu gue gak suka sama cowo yang lebih muda dari gue, jadi gak mungkin bangetlah gue lirik2 brondong di sekolah. Yang ada ge udah dapet musuh tau… gue dikatain trio kwek kwek berkaca mata lah… apalah itu…
Kok bisa?
Iya, gue kan ada temen baru, namanya Randy sama Lila, mereka itu gayanya kaya gue juga cupu2 berkaca mata gitu. Eh, gue dapat musuh namanya si Keisha, trus ada dua dayang-dayang pribadinya, Vee dan Dee, mereka itu tuh trouble maker.
Kasi pelajaran aja kenapa sih, kan lo cucu yang punya sekolah, mereka gak tahu emangnya?
Mereka gak tahulah siapa gue, gue juga gak mau mereka tahu siapa gue sebenarnya sampai gue selesai penelitian.
Ya udah deh, good luck buat lo… kalau perlu bantuan kasi tahu aja, kita pasti bantuin lo. Gigi
Maksih bnaget ya guys…
Kita juga makasih banget sama lo… berkat lo, opa lo ngasi ijin buat kita berdua buat lakuin penelitian di salah satu sekolah yayasan opa lo.
Iya, betul tuh kata gigi, trus kalau di sma lo ada brondong ganteng bilangin gue titip salam ya..kata angel
Dasar lo.
***
Hari-hari berlalu Dinar tampak sangat menikmati penyamarannya sebagai seorang siswi sma. Bersama Randy dan Lila, dinar fosuc belajar dan mengajari kedua temannya, namun tak lupa tugas penelitiannya. Setiap hari Dinar selalu menulis semua progress dari penelitiannya.
“Hai, elo Dinar ya? Tanya seorang anak laki-laki yang cukup tampan dan menghampiri meja Dinar Randy dan Lila.
“Eh, evan…”kata Lila
Randy tampak meilirik Lila, saat Lila menyapa evan.
Hi, Lila… Hi, Randy…
Hi, jawab randy singkat
Ada apa nih van? Tumben lo ke perpustakaan sendirian?
Temen-temen gue lagi latihan basket, kebetulan gue ada perlu di perpus, jadi terpaksa deh kesini sendiri, trus gak sengaja gue liat lo bertiga, gue pengen kenalan aja sama temen bar kita ini.
Oiya, kenalin ini Dinar.
Hi… Dinar dan Evan berjabat tangan. Gue Evan… nice to meet you Dinar. Gue dengar lo udah ngelahin Keisha di kelas.
Kebetulan aja kok
Kalau gitu gue boleh dong belajar bareng kalian
Boleh kok boleh . kata Lila
Randy tampak tak senang dengan keputusan Lila
Oke, thanks ya. Evan langsung duduk disamping Dinar dan ikutan belajar dan mendengarkan penjelasan dari Dinar.
Sejak saat itu, gak ada lagi Trio Kwek Kwek kacamata, karena mereka selalu berempat, Dinar Evan Randy Lila. Keisha dan teman-temannya makin tidak senang dengan situasi ini.
“Gue benci banget sama anak baru itu, gue heran kok dia pinter banget sih? Level pengetahuannya itu bukan level anak sma biasa.”kata Keisha
“Dia kan pindahan dari luar negeri Kei, mungkin karena itu dia lebih pinter dari lo.”kata Vee polos
Maksud lo?
Sorry Kei, tapi itu fakta, buktinya dia gak Cuma sekali itu ngalahin lo, sekarang aja evan deket banget sama dia, belajar dari dia, itu apa namanya, secara gak langsung itu membuktikan kalau dia emang lebih pinter dari Evan.”kata Dee
“Iya Kei, Evan kan lebih pinter dari lo, sedangkan Evan sekarang belajar sama Dinar, bukan sama lo.”kata Vee
Sebenarnya lo berdua itu tmen gue bukan sih? Kata Keisha sambil marah. “Awas lo Dinar, gue akan bales lo, dan ngebongkar siapa lo sebenarnya?”
***
Dinar, lo ngetik apaan sih? Gue perhatiin tiap hari lo ngetik trus…
Dinar tampak tergagap untuk menjawab pertanyaan Lila. Hah? Ini…ehm, ini Cuma cerpen kok…iya cerpen. Kata Dinar
Bukannya itu penelitian ya.kata Randy
Penelitian? Tanya Lila
Penelitian? Penelitian apa? Bukan kok…
Dinar, lo nyembunyiin sesuatu dari kita?
Ha? Gak kok… gue gak nyembunyiin apa-apa.
Ehm Guys, weekend ini kita ke pantai yuk. Kata evan
Boleh….boleh…. lagi-lagi Lila mengambil keputusan tanpa pertimbangan Randy dan Dinar
Dinar sebenarnya ngin menolak namun Dinar tidak ingin membuat teman-temannya curiga lagi terhadap dirinya. Randy juga tampak tak suka dengan keputusan Lila. Lila terlihat benar-benar menyukai Evan. Namun Randy juga tak berani mengatakan apa-apa.

***

Di tepi pantai tampak Dinar sedang berdiri dan sedang menelfon. “Aduh gue bener-bener bingung, kayaknya Randy udah mulai curiga. Itu bocah emang gak banyak bicara tapi dia jeli banget ama situasi. Bahkan dia tahu kalau gue lagi nulis penelitian dan bukan cerpen… aduh pokoknya gue bener-bener bingung deh…
GIGI berapa lama lo nginep disana? apa perlu kita kesana nyusul lo?
Nginepnya semalam doang, besok sore baru balik rencananya.  Situasinya makin ribet nih, belom lagi cerita si  evan, kayaknya tuh bocah naksir gue deh…mumet deh gue… lo pesen kamar di hotel ditempat gue nginep ya… jadi gue bisa ke kamar lo… ntar semuanya gue deh yang bayarin… tapi lo berdua kesini ya…
Angel, ya udah ntar kita  meluncur kesana, sabar ya sayang…
Tiba-tiba, evan sudah ada dibelakang Dinar…
Lagi nelfon siapa?
Ha? Ah, Cuma temen kok…
Oh, ehm…dinar, gue mo ngomong sesuatu sama lo.
Apa? Ngomong aja…
Ehm, gue cinta sama lo…
Seperti mendengar geledek di pagi hari… What? Ini bocah bilang cinta ke gue?
Ehm, sorry van, gue nggak ngerti lo ngomong apa… gue permisi dulu ya…
Namun saat Dinar berbalik, Lila sudah ada dibelakangnya, ternyata Lila juga mendengar pernyataan cinta Evan ke Dinar. Dan itu membuatnya menitikkan air mata. Lila selama ini memang sangat menyukai Evan, bahkan sampai ia tak sadar kalau ada seseorang yang mencintainya dan selalu ada disampingnya.
Lila…
Lila berlari dari hadapan Dinar dengan menangis.
Lilaaaaaa….. Dinar berusaha mengejar Lila, namun ia mendengar keributan di belakangnya.
Randy sedang memukuli Evan. Dinar segera melerainya.
Evan!!! Randy!!! Kalian apa-apa an sih? Apa kalian fikir jontok-jontokan bakal nyelesein masalah? Kalian ini mo jadi apa sih? Kata Dinar. Udah, Randy ayo kita pergi… kata Dinar
Dikamar hotel tempat Dinar dan Lila menginap…
Lila… udah dong… jangan nangis, gue gak ada hubungan apa-apa kok sama Evan.
Tapi dia cintanya sama lo, bukan sama gue.
Kadang cinta itu emang gak bisa dipaksakan, tapi kadang kita juga gak sadar kalau ada orang lain yang cinta banget sama kita.
Maksud lo?
Iya, Randy…
Lo bilang randy gak pernah deket sama cewe manapun kan? Lo tahu gak kenapa?
Lila menggeleng.
Itu karena Randy Cuma mau deket sama cewe yang ia cintai.. bukan cewe lain…
Jadi randy punya pacar? Kok dia gak cerita ke gue?
Gimana dia mau cerita kalau cewe yang dia cinta itu, malah cintanya sama orang lain.
Tuh cewe begok banget, dicintai sama Randy itu ibarat anugerah, Randy itu baik, pinter, gak kalah tampan kok sama boyband-boyband korea.
Tuh kamu tahu kalau Randy punya semua kelebihan itu, kenapa kamu gak naksir Randy aja? Daripada naksir orang yang emang gak cinta sama kita?
Aku udah berteman sama Randy sejak pertama kali kami ketemu pas hari penerimaan siswa siswi baru di Tunas Bhakti. Waktu itu aku juga sempat naksir sama Randy, tapi dengan berteman dengannya aku malah takut kalau naksir dia nantinya malah akan memperburuk hubungan persahabatan kami, dan aku gak bisa bayangin itu.”
Tapi kalau Randy sendiri gimana?” Lila terkejut ternyata randy sudah ada di kamar nya.
“Gue juga suka sama lo Lila, bahkan sejak pertama kita ketemu, gue udah suka sama lo. Gue bukan jeruk makan jeruk kok, gue juga selalu deket sama cewe yang gue suka itu, meskipun dia gak tahu kalau gue suka sama dia, tapi asalkan selalu bisa dekat dia, itu udah cukup buat gue.”
Okay, kayanya kalian harus menyelesaikan masalah kalian sendiri, gue tinggal dulu ya, ada yang harus gue kerjain dulu. Kata Dinar
Evan masih berada di tepi pantai, tapi ia tidak sendiri, ada Keisha disana.
Van, gue punya buktinya kalau Dianr itu buka siswi SMA, dia itu mahasiswa yang nyamar jadi siswi SMA untuk sebuah tujuan.
Gue bilang stop..stop stop! Kei, gue bilangin sekali lagi ke lo, lo denger baik-baik, gue gak suka sama lo, sekeras apapun usaha lo untuk jelek-jelekin Dinar di depan gue, gue gak akan percaya sama lo. Evan berlalu pergi meninggalkan Keisha
Evan… Evan… Evaaaaaann…. Kenapa sih lo gak percaya sama gue? Keisha mulai menangis.
Dinar yang melihat kejadian itu langsung bersembunyi agar Evan ataupun Keisha tidak melihatnya.
 Tiba-tiba handphone Dinar berbunyi.
Hallo
Kita udah nyampe di lobby nih…
Okay, lo tunggu gue disana jangan kemana-mana. Dianr langsung menutup telfonnya. Dan segera menuju lobby hotel.
“Tuh dia…”kata Angel
“Kita pulang sekarang?
“What?” gigi and angel kompak
Kok pulang sih? Kita kan baru nyampe.”kata angel
Situasinya tuh gak memungkinkan gue untuk stay disini lebih lama. Rahasia gue udah kebongkar.”kata Dinar.
Tiba-tiba… 
Rahasia apa? Tanya Randy yang tiba-tiba muncul di belakang Dinar bersama Lila yang membawa dompet Dinar yang jatuh dikamar ketika sedang membujuk Lila
Rahasia kalau lo sebenarnya bukan siswi SMA? Iya? Kok lo tega sih bohongin kita? Tanya Lila sambil menunjukan kartu tanda mahasiswa milik Dinar
Randy… Lila… gue bisa jelasin ke kalian.
Jelasin apa? Suara Evan yang tiba-tiba juga hadir diikuti Keisha
Yah jelasin kalau apa yang gue bilang itu bener, dia itu siswi SMA gdungan.”
Eh, cewe sombong, diem lo, gak usah sotoy deh lo.”kata Gigi
Okay, gue akan jelasin ke kalian… Gue… emang bukan siswi SMA Tunas Bhakti, gue udah lulus dari Senior High School di London dan gue adalah mahasiswi yang sedang melakukan penelitian untuk tugas kampus gue. Puassss?????
Asal kalian tahu ya, Dinar itu…”
Angel…”Gigi buru-buru menginjak kaki Angel supaya ia tidak melanjutkan kata-katanya, karena Gigi tahu kalau Angel pasti akan membocorkan rahasia lain kalau Dinar ternyata cucu pemilik yayasan sekolah Tunas Bhakti itu sendiri.
Gue kecewa sama lo. Kata Randy
Pantesan lo selalu lebih bijak dan dewasa dalam menyikapi sesuatu, tapi lu tahukan, kalau gue gak suka teman yang bohongin temannya sendiri.”kata Lila sambil berlalu dari hadapan Dinar
Lila…
Jadi karena itu lo nolak cinta gue? Picik tau gak sih lo! Kata Evan
Evan,,, gue minta maaf.
Maaf lo gak guna. Kata Evan ketus
Dengerin tuh…kata Keisha
Ihhh, pengen gue tabok deh tuh bocah, ngeselin banget.kata Gigi
Ya udahlah ya…kita pulang yuk.kata angel

****

Sejak hari itu, Dinar tak lagi terlihat disekolah SMA Tunas Bhakti. Dinar lebih sering menghabiskan waktunya hanya dikamar dan kekampus.
Dinar… ini kakek.
Iya kek, ada apa?
Boleh kakek masuk? Dinas membuka pintu kamar untuk kakeknya.
Kamu sedang apa?
Gak ngapa-ngapain kok kek… tugas juga udah hamper kelar.
Ya udah kalau gitu kita duduk di balkon kamarmu yuk..sudah lama kakek gak duduk disini, gak melihat mawar-mawar yang almarhumah nenek kamu tanam dari atas sini.
Dinar mnuruti kakeknya
Dinar, masalah itu akan selalu ada, tapi kita harus menghadapi dan menyelesaikannnya, bukan hanya diam dan alri dari kenyataan.
Dinar gak lari dari kenyataan kok kek, Cuma dinar belum siap aja ketemu mereka.
Dinar mengerti kalau kakeknya, ingin dirinya segera menyelesaikan masalah ini, agar tidak berlarut-larut dalam keadaan yang sangat tidak mengenakan ini.

***

Tahun ajaran baru…
Kelas XII-A
Anak-anak…mulai besok kalian akan diajar oleh guru baru yang akan menggantikan ibu untuk sementara waktu, ibu sedang ada tugas belajar selama 6 bulan di Australia, jadi ibu harap kalian dapat menghormati beliau walaupun beliau masih muda dan masih kuliah semester akhir.
Siapa bu?
Beliau adalah cucu dari pemilik yayasan terbesar di Indonesia, dan salah satunya adalah sekolah kita ini juga milik yayasan mereka. Kebetulan hari ini beliau sudah datang, dan ibu akan segera memperkenalkan beliau kepada kalian. Silahkan masuk…
Tampak seorang gadis muda dengan blazer pink muda dipadu celana putih dan rambut yang digerai panjang dan sedikit di curly tanpa kaca mata. 
Hamper tak ada yang mengenalinya, kecuali tiga oang murid, Lila, Randy, dan Evan. Kini mereka berada dikelas yang sama tanpa si pengganggu Keisha.
Senang bertemu kalian lagi… nama saya Dinar Raihana, kalian panggil saja Miss Dinar, saya akan menggantikan Miss Steward selama beliau bertugas di Australia.
Kali ini … Miss… Dinar… hanya mengajar atau sedang melakukan penelitian lagi terhdapa siswa-siswi disini?
Pertanyaan bagus Evan, kali ini saya akan melakukan penelitian terhadap kalian semua untuk skripsi saya. Ada pertanyaan lain? Lila dan Randy masih diam saja.
Bel istirahat berbunyi semua murid langsung berkeluaran begitu juga miss steward. Tinggal Dinar, Evan, Randy dan Lila yang belum beranjak dari kelas.
“Saya mau minta maaf sama kalian.”
“kita udah gak marah lagi sama lo, uuupss… sama Miss.”kata Lila
Panggil gue Dinar aja, Cuma kita berempat kok.”
Iya kita udah gak marah kok, Cuma kita kesel aja kok lo gak masuk sekolah setelah kejadian itu, emangnya tugas lo udah selesai?”
Oh itu, tugas gue udah kelar kok,”
Welcome back Dinar, kali ini janga bikin kita kecewa sama lo lagi ya, meskipun lo sekarang statusnya guru kita, tapi kita tetap teman kan.
Oh, tentu dong, kapan-kapan kita jalan bareng lagi. Gue deh yang traktir.kata Dinar
Oke deh, kita mo ke kantin, lo mo titip sesuatu?
Gak deh, makasih.
Ya udah kita duluan ya… kata Lila dan randy yang pergi meninggalkan Evan dan Dinar
Lo gak istirahat van… ? (Evan diam saja dan terus membaca buku psychologynya) Lo masih marah sama gue? Evan tetap diam. Van, lo kenapa sih?
Gak liat gue lagi baca, gue lagi baca tentang gimana karakter orang yang pikirannya picik alias sempit. Emang salah kalau anak sma naksir sama anak kuliahan? Trus slah juga kalau anak sma naksir gurunya? anak cewe boleh naksir pak gurunya gitu? Trus anak cowo gak boleh naksir guru cewenya? Usia kita itu gak terpaut belasan tahun, bahkan sepuluh tahun pun enggak.
Emang lo tahu usia gue?
Apa sih yang ge gak tahu tentang lo? Gue bisa Tanya ke Angel.
Angel… ?
Angel itu sepupu gue, gue juga baru tahu pas dia juga ada di lobby hotel waktu itu. Angel selalu cerita ke gue tentang temannya yang gak suka sama brondong atau apalah itu namanya. Dan ternyata dunia itu sempit banget ya, kenapa gue harus ketemu dan suka sama lo. Orang yang selama ini diceritain Angel ke gue.
Dalam hati Dinar, pengen banget teriakin Angel yang ternyata selalu menceritakan tentangnya ke Evan. “Jadi sekarang lo maafin gue atau gak?” diluar jendela, tampak Randy dan Lila yang sedang mengintip Evan dan Dinar sejak tadi. Ternyata mereka tidak pergi ke kantin melainkan malah ngintipin Evan dan Dinar.
“Maafin lo? Gue udah maafin lo kok, tapi lo belum balas pernyataan gue waktu itu.
Yang mana?
Waktu gue bilang gue cinta sama lo… lo langsung kabur gitu aja…
Gue rasa angel juga cerita kalau temennya itu udah jomblo sejak balik ke Indonesia, dan janji gak pacaran kalau belum lulus kuliah. Dan kuliah gue emang belom kelar sekarang, so gue gak akan pacaran sama siapapun.
Tapi setelah lo lulus kuliah, boleh dong gue nembak lo lagi?
Tergantung, kalau nilai akademik lo bagus dan bisa dapetin beasiswa untuk kuliah ke luar negeri, mungkin yahh…bisa lah dipertimbangkan.
Susah amat sih syaratnya
Ya udah kalau gak mau…
Eh iya iya iya… gue pasti bisa dapetin nilai yang bagus dan beasiswa ke luar negeri.
Okay, good. Btw, saat kalian lulus kuliah gue juga kelar, dan gue akan ke New York dan ngelajutin studi gue disana. So,... Good Luck." kata Dinar berlalu  keluar kelas.
Evan tampak kegirangan sendiri. Randy dan Lila juga gak mau kalah mendengar Dinar akan ke New York, mereka juga bertekad untuk mendapatkan beasiswa ke New York.
Mereka berempat, Dinar Evan Randy Lila semua tersenyum dengan kebulatan tekad masing-masing menuju New York.

Tamat


                

Wednesday, 28 August 2013

CRAZY FRIENDS

Crazy Friends

Najib Ajaib.  Semua mahasiswa Victory University dapat mendeskripsikannya dengan beberapa kata, namun tak lebih dari tiga kata.

Casey dari Fakultas Ekonomi, “Najib?... Siapa?” (pasang muka bingung, beneran gak kenal kali ya)

Christy dari Fakultas Teknik, “Siapa? Najib adalah robot yang kami buat untuk kompetisi lingkungan antar Negara se-Asia Pasifik, Najib bisa mengidentifikasi sampah basah dan kering, dan memisahkannya, selain itu najib juga bisa mengolah sampah menjadi …” 
(Stop! Kecuali mahasiswi Teknik satu ini, ya… sepertinya Najib yang dimaksud beda tuh)

So, Najib Ajaib itu apa?

Windy menjawab, “Alien” mahasiswa super santai ini mengatakan jawabannya dengan santai tapi cukup mengerikan.

“I don’t care” jawab mahasiswa super cuek satu ini dan berlalu pergi dengan sebuah botol minuman soda ditangannya, seolah botol itu lebih penting daripada menajwab pertanyaan tentang Najib.

Cherry, G-Na, Rossy, tiga sekawan ini memberikan jawabannya.

G-Na,  “Manusia… (kata-kata G-Na menggantung) Aneh!” jawab G-na menuntaskan jawabannya dengan dua kata.

Cherry,  “Penari…”jawaban Cherry dengan takut-takut membuat dua temannya melirik ke arahnya.

Rossy, ”Rapperman” jawab Rossy. Jawaban rosy seolah menegaskan kalau Najib itu manusia dan berjenis kelamin Laki-Laki, tapi kenapa cherry bilang “penari”?

Selanjutnya, penjelasannya akan menjadi lebih panjang dan melebihi dari tiga kata…
Danang, mahasiswa paling bijak menyampaikan pidatonya tentang Najib, 

“Sebenarnya Najib itu… Najib itu… Najib itu…? Menurut beberapa sumber, seperti Helsy…

“Manusia yang sedikit aneh, tapi sebenarnya dia cukup baik pada siapa saja…”

“Sedangakan menurut pakar seperti Fathia mengatakan  bahwa Najib…

“Najib agak sedikit pelit, sedikit (Fathia menegaskan dengan meletakkan jari jempol diatas ujung jari kelingkingnya), tapi Najib itu cukup pintar” kata Fathia.

Sedangkan menurut ahli seperti Rara, Rosalie, dan Fitriyanti, …

“Menyebalkan.”jawab rara

“Not Bad” kata Rosalie yang kalem

“I hate him” jawab Fitriyanti

Tapi kebanyakan para ahli cenderung menyetujui dengan pendapat Aireen 

“Najib juga manusia seperti kata penyanyi rock itu siapa? Ah, whatever lah, dia juga pintar untuk hamper semua mata kuliah, hanya suka berbicara hal-hal tidak penting dan terkesan konyol. Dia juga berbakat membuat orang kesal, bukan hanya orang biasa seperti teman-temannya, tapi dia juga berbakat membuat para dosen kesal padanya. Stylenya sangat sederhana, tapi gayanya aneh cetar membahana (kata-kata Syahrini tuh woyyy). Apa anda bertanya tentang contohnya? Ya baiklah, waktu itu mata kuliah PS, saat dia maju kedepan dengan gaya aneh “putar-putar” andalan nya itu (emangnya Inul aja yg punya gaya ngebornya, atau Zaskia dengan gaya Goyang Itiknya, di kampus kita juga ada kaleeee…hehe sangat aneh dan tidak disarankan untuk di ikuti), back to the putar-putar dance ala Najib, setelah itu dia memberikan pidatonya yang tak seorangpun mengerti apa yang dibicarakannya didepan kelas, dengan tiba-tiba dia sadar ikat pinggangnya yg lepas, dan langsung menariknya, dan langsung melemparnya ke belakang, itu hanya salah satu contoh keanehannya. Yah, tapi setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing. Dan yang pasti Najib dan kami semua berada dalam kapal yang sama saat ini.”

Danang menutup pidatonya. “Sekian pidato dari saya. Bila ada jarum yang patah jangan simpan dalam peti, Bila ada kata mohon jangan simpan dalam hati. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Para audience bubar… “Pidato tentang apa itu tadi?” “Maksudnya apa?” berbagai macam pertanyaan muncul setelah acara bubar.

***

“Guys, lihat gue bawa apa?” Baru sampai didepan pintu kelas Najib teriak-teriak memamerkan yang dibawanya.

“Oh, bawa gitar? Punya siapa?”Tanya Sirius

“Ini punya gue, tuh si Edward juga bawa satu lagi, punya dia”kata Najib

“Ckckckc, lama-lama banyak pengamen disini.”kata Aireen yang dikenal ketus.

“Ya udah biarin aja, itung-itung buat nambah kas Negara”kata June santai sambil bermain game di laptopnya.

“Jib, katanya adik lo jadi mahasiswa baru disini juga ya?”Tanya Lindzy

“Iya, kenapa?”Tanya Najib

“Gak kenapa-kenapa, Cuma nanya aja.”balas Lindzy

“Ooo, kirain lo naksir adik gue.”jawab Najib

“Ih, kepedean banget lo!”jawab Lindzy

“Emangnya adik lo cakep, Jib?” Rara

“Cakep banget sih gak, tapi lumayan lah daripada gue, tapi kalau ngegemesin aku pasti lebing ngegemesin”kata Najib yang tiba-tiba udah ada dihadapan Rara.

“Sono lu, ngapain lo didepan gue kayak hantu”kata Rara

“Buat mastiin ke elo kalau gue lebih ngegemesin”kata Najib

“Ih, najis tralala… “jawab Rara. Semuanya pada ketawa ngakak liat si Najib Ajaib ini kena damprat si cantik Rara.

“Eh, Jib, mendingan lo panggil adik lo kesini, kita-kita pengen liat” kata Fathia

“Jangan, ntar lo jatuh cinta ma dia.”kata Najib

“Ih, GR banget lo.”kata Fathia

“Najib itu takut, karena saingannya nambah dikampus ini.”kata Helsy

“Tapi adik lo gak seaneh dirimu kan Jib?”Tanya Windy

“Aaakh, lo liat aja sendiri sana ke kelasnya”kata Najib kesal

“Siapa yang mo ikut ke shopcenter?”Tanya Aireen yang sedari tadi tidak memberikan suara dalam perang melawan Najib. Lindzy and Nanny menunjuk tangan.

“Sis, aku nitip aja deh ama Lindzy”kata G-na

***

“Eh, eh, itu kok mirip sama Najib ya?”Tanya Lindzy

“Itu emang adiknya Najib”jawab Aireen

“Kayaknya adik si Najib lebih keren, setidaknya stylenya gak terlalu biasa banget kaya si Najib, tapi gak tahu deh tingkahnya, apakah seaneh Najib?”Tanya Nanny

“Kalau prediksi gue sih, kayanya gak seaneh Najib deh, tuh coba lo perhatiin cara dia ngomong sama temen-temennya?”

“Iya sih, keliatannya gitu…”kata Nanny

“Eh, gue udahan nih, lo masih pada belom tahu mo beli apa nih?”Tanya Aireen


“Oiya, hehe sorry keasikan liatin adiknya si Najib tuh”kata G-na

“Namanya Deki”

“Oooh, udah kenal ternyata.”kata Nanny

“Belom”kata Aireen

“Terus kok bisa tahu namanya?”tanya G-Na sambil mengemaskan belanjaannya didalam kantong dan giliran Nanny yang membeli keperluannya.

“Yah dari si Najib lah”kata Aireen

“Oooo….”

***

“Jib, tadi kami ketemu adik lo, Cuma liat dari jauh sih”kata G-Na

“Iyakah?”Tanya Rara “Trus gimana? Cakep gak? Aneh juga gak?”lanjutnya

“Ehm , kalau menurut Nanny ya, adiknya itu lebih manis di banding Najib, adiknya juga gak buntel kaya Najib.”kata Nanny sambil nyengir “Maaf najib, tapi itu pendapat gue.”kata Nanny sambil mesem-mesem, Najib gak bisa nunjukin muka sok marah nya didepan Nanny, jadinya dia malah senyum-senyum gak jelas gitu deh.

“Aneh juga gak?”Tanya Nita penasaran yang sedari tadi Miss Ipad yang sibuk dengan Ipadnya sedari dari itu akhirnya angkat suara saking penasaran (daripada mati penasaran .

“Kalau menurut gue sih, Deki itu gak aneh kaya …. Ehem.”kata G-na enggan menyebutkan nama Najib

“Deki namanya?”Tanya Rosalie

“Iya, namanya Deki.”kata Nanny

“Siapa bilang?”Tanya Rosalie lagi

“Aireen yang bilang…”kata Nanny. Rosalie mengangguk paham.

“Berarti si Deki itu jauh lebih baik daripada ehem..najib dong ya?”Tanya Fathia

“Ya Iyalah, itu bagus dong Fathia cantik, artinya kemajuan. Kalau sama-sama aneh mending pilih Najib aja deh, hahaahahahaa …”kata Helsy sambil tertawa puas.

“Udah deh, gak usah ngebandingin gue ama adik gue, dia lebih hebat deh dari gue.”kata Najib merendah bukan karena benar-benar merendah tapi karena udah mulai meningkat kadar kekesalannya karena terus disbanding-bandingkan dengan sang adik.

“Lah, lo marah? Kita kan Cuma penasaran perbedaan lo sama adik lo? Sapa tahu lo better than him,… yah, walah kayanya gak.”kata Rara yang emang hubungannya sama najib gak terlalu baik, gosipnya sih Najib pernah suka sama Rara, tapi Rara gak mau lah sama manusia ajaib kaya Najib.

Najib bangkit dari tempat duduknya meninggalkan gitarnya dan sudah ada berada di depan Rara. “Lo ngerasa punya masalah banget ya ama gue?”

“Idih, kalau marah gak usah kayak hantu gitu dong nongol seenaknya depan muka orang”balas Rara

“Gue Tanya, lo punya masalah sama gue?”Tanya Najib makin menegaskan kekesalannya

“Iya. Kenapa? Gue emang gak suka sama lo, tapi gue biasa-biasa aja. Yang bicara dikelas ini kan bukan Cuma gue, tape semuanya trus apa masalah lo? Kenapa Cuma gue yang lo marahin?”balas Rara yang semakin kesel dengan tingkah si Najib

June yang sedari tadi, asik bermain game bersama laptop bersama Eru yang baru datang tiba-tiba nyeletuk,”itu karena dia suka sama lo, Ra.”jawabnya santai sambil senyum cengengesan

“Husss diem lu…”kata Eru mencolek teman seperjuangan main gamenya itu yang emang super nyeleneh. Sebenarnya bukan Cuma Eru tapi semua teman-temannya melirik ke June, bahkan 

Sirius yang dari tadi serius main gitar juga tiba-tiba menghentikan alunan gitarnya.

Suasana kelas benar-benar sepi, tak ada suara, ada aura kemarahan yang tertahan, namun tiba-tiba…

“Assalamualaikum…. “Danang datang dengan senyum khasnya “Wessss, kok sepi sih? (kaya jargonnya siapa ya ini? Akh, yang nari2 kaya orang gila itu ya) Danang langsung menghampiri Eru dan June, “ada apaan sih?”Tanya danang

“Suami isteri lagi berantem.”jawab Eru setengah berbisik, membuat June tertawa dan langsung menutup mulutnya untuk menahan ketawa.

“Minggir lo dari meja gue.”kata Rara menyuruh Najib pergi dari hadapannya

“Gue gak mau.”jawabnya

“Eh Najib, lo jangan bikin Rara naik darah deh, mending lo minggir, lagian ngapain lo berdiri dideapn dia terus? Lo mo jadi patung disitu?”kata Nita

“Lo diem aja deh, gue gak ada urusan sama lo.”balas Najib

“What? Eh, lo mo cari gara-gara sama gue? Gue kan Cuma bantuin temen gue, dia udah mo muntah liat lo.”balas Nita gak kalah sengit.

“Udah udah udah…”kata Rosalie menenangkan Nita yang kemarahannya bisa semakin parah kalau tidak segera di tenangkan.

“Gue mo ke shopcenter lagi. Ada yang mo ikut?” Tanya Aireen

Semua diam. Hanya June dan Danang yang berani angkat suara. “gue nitip aqua aja, tapi pake duit lo dulu.”kata June. “Iya gue juga ya.”kata Danang

“Oke deh. Eh Najib, temenin gue yok ke shop center, gue trakir deh.”kata Aireen yang langsung menarik si Najib.

Sepanjang perjalana  ke shop centre, mereka hanya diam sampai di shop center pun juga begitu.

“Eh, lo diem aja dari tadi. Gak mau pesan yang lo mau? Gak nyesel nih? Gue traktir loh?”kata Aireen

“Mbak, gue mau yang dingin, yang biasa…”kata Najib

“Berapa semuanya mbak?”

“9500 semuanya.”kata si Mbak

“500 nya permen aja lagi mba”kata Aireen

Aireen dan Najib berjalan menuju kelas.

“Mereka itu gak maksud buat ngejek elo atau ngerendahin elo. Mereka Cuma penasaran sama lo and your brother. Mereka juga gak maksud ngebanding-bandingin elo. Mereka Cuma becanda. Lo nya aja yang terlalu serius. “kata Aireen

“Tapi gue gak suka mereka membandingkan gue dengan adik gue”katanya

“Ya udah sih, ntar mereka juga kenal sendiri and tahu sendiri bedanya elo sama adik lo. Apa yang lo lakuin dikelas tadi sama Rara itu berlebihan. Gak usah campur-campurin urusan pribadi ama becandaan kaya gitu dong.”kata Aireen

“Tapi…ah udahlah.”

“Gue tahu, lo Cuma mau mereka mengakui kalau lo itu hebat kan? Tapi lo juga harus terima kalau semua orang punya kelemahan juga. Lo juga punya kelemahan, bro. Kalau lo mau mereka mengakui elo, yah tunjukin kalau elo lebih baik daripada you punya brother. And asal lo tahu, kadang pengakuan itu gak kita dapatkan dengan pengumuman yang ditempel didinding atau perkataan yang memuji-muji di hadapan orang lain.”kata Aireen yang terus berjalan dengan cuek.

Sesampainya dikelas, Aireen langsung memberikan pesanan June and Danang, serta membagikan permen ke teman-temannya. Sedangkan, Najib? Dia masuk belakangan setelah Aireen, lalu berjalan ke arah Nita, Rosalie, and Rara yang sedang berkumpul, 

“Sorry ya.”katanya pada mereka

“’Iya.”jawab Rara singkat. Nita hanya memandang tingkah si Najib, begitu juga Rosalie.
Najib kembali duduk bersama Sirius dan memainkan gitarnya. Fathia pun dating mencairkan suasana dengan mengajak mereka bernyanyi sambil bermain gitar.

“Ah, Indahnya perdamaian…”kata June.

Spontan Eru, Danang, Helsy  tertawa. Sebenarnya yang lain juga ingin tertawa, namun terlalu khawatir timbul peperangan dunia ke 4, jadi mereka hanya tersenyum dan saling lirik :D

***

Suatu hari di Victory University

Dua kelas berdampingan, kelas Najib dan kelas Deki. Sperti biasa sebelum para dosen datang, para mahasiswa senang untuk bersantai di depan kelas. Ngobrol sekalian mengakrabkan diri dengan mahasiswa-mahasiswa baru.

Seorang mahasiswa baru bernama Jerry bertanya pada Danang, “Kak, Kak Najib itu kakaknya Deki ya? Kok beda ya?”tanyanya

“Beda apanya?”Tanya Danang

“Ya beda, kalau Deki itu keren, stylenya juga baik, high class nya keliatan, pintar juga, tapi kalau Najib itu beda jauh, kalau bukan karena wajah mereka yang agak mirip, pasti gak aka nada yang nyangka kalau mereka kakak adik.”kata Jerry

“Tapi gue dengar, Najib itu jauh lebih pintar daripada adiknya.”kata Edward

“Kakak tahu darimana?”

“Gue kan sering kerumah mereka.”kata Edward

“Kalau Cuma beda style sih gak masalah lah, apalagi kalau Najib stylenya seburuk yang lo perkirakan atau emang iya sih cukup buruk, tapi itu nunjukin kalau dia gak kaya adiknya. Istilah kata tuh ya si Najib tuh down to earth banget.”kata Windy (tumben nih bocah waras)

“Bener tuh, najib juga asik kok anaknya, beberapa kali gue bareng dia pas dia bawa mobilnya.”kata Danang

“Itu sih mau lo aja, Dan”kata Eru

“Najib itu asik kok, pintar, emang agak aneh suka muter-muter kaya gasing tapi yah itukan kelemahan dia yang malah jadi cirri khasnya. Sekarang coba cek, dikampus ini mana ada yang suka nari-nari kaya dia, hhahaha “kata Sirius (sebenarnya nih orang mau ngebantuin atau mo ngejatuhin sih)

“Tapi kalau Deki itu kak, banyak yang naksir dikelas.”kata Jerry sepertinya gak mau kalah

“Najib juga banyak yang mau, nih yah gue panggil satu-satu ya…”kata Danang.

Rara : “Gue mau, mau ninju dia kalau macem-macem ama gue.”

Rosalie : “Mau apa ya…. Gak usah deh, buat lo aja Dan.” Weeeeeewwww…

Nitha : “Mo nendang dia dari hadapan gue kalau dia kebanyakan gaya”

Helsy :”Gue sih mau otaknya aja deh….”

Fathia :”Gue sih mau mobilnya aja deh”

G-Na : “mau pinternya aja, apalagi how he speak English language, muantepp selain itu, No!”

Rossy : “Mau traktirannya aja, hehe

Lindzy : “Gak mau apa-apa, mau gue cuekin aja, gak penting.”

Cherry : “Mau… mau…mau…?”

Danang : “udah lama lo mikirnya. Aireen aja”

Aireen Cuma berjalan tanpa ekspresi menuju tempat duduknya dan tidak menghiraukan pertanyaan Danang.

Rupanya tak seberapa jauh dari tempat Danang dan teman-temannya berbincang-bincang, ada seseorang yang sedang ngumpet dibalik semak-semak daun mendengarkan percakapan mereka tentu juga dengan jawaban-jawaban teman-temannya. Bahkan tak sadar dia mengusap air matanya, ternyata diam-diam teman-temannya itu baik dan penuh perhatian.
Najib berkata dalam hatinya, “Inilah yang namanya pengakuan.”


The End